09
Jun
09

SMBFS vs CIFS — Part 2

Post ini merupakan lanjutan dari post SMBFS vs CIFS. Setelah saya melakukan investigasi lebih lanjut, saya menemukan hasil yang berbeda dengan yang sebelumnya saya dapatkan. Which is, cukup aneh, dan membuat saya sangat heran. Padahal metode test yang saya lakukan masih sama.

Untuk itu, saya merasa perlu menerangkan secara singkat prosedur test yang saya lakukan:
1. User1 dan User2 adalah 2 (dua) komputer yang berbeda.
2. Mounting dengan CIFS di User1 dan User2.
3. Dibuat satu file DBF untuk ekperimen, kita sebut file tersebut test.dbf.
4. User1 flock() file test.dbf.
5. User2 flock() file test.dbf juga. User2 harusnya diblok dengan pesan ‘Attempting to lock…’
6. User1 update record.
7. User1 unlock file test.dbf.
8. Pada saat yang sama User2 seharusnya keluar dari blok, dan me-lock file test.dbf.
9. User1 dan User2 cek isi record, apakah sudah terlihat hasil update User1 di langkah 6.
10. User2 update record.
11. User2 unlock file test.dbf
12. User1 dan User2 cek isi record, apakah sudah terlihat hasil update User2 di langkah 10.
13. User1 flock() file test.dbf.
14. User1 dan User2 cek isi record, bandingkan dengan hasil di langkah 12.

Hasil yang sudah saya dapatkan sebelumnya menunjukkan bahwa dengan CIFS kita dapat me-lock suatu file DBF di FoxPro, namun update oleh satu user tidak dapat dilihat oleh user lain sekalipun file sudah di-lock. Dengan membuka ulang file DBF-nya dengan “use”, barulah perubahan tersebut dapat kita lihat. Terlepas dari apakah kita me-lock file-nya atau tidak.

Hasil test terbaru yang saya lakukan, menyimpulkan bahwa dengan locking, update bisa terlihat secara langsung, tanpa perlu membuka ulang DBF dengan use. Kemungkinan perubahan ini diakibatkan oleh mount options yang berbeda. Kebetulan saya mendapatkan informasi dari arsip suatu milis yang saya lupa namanya. Dengan menambahkan nounix dan directio sebagai mount options, sepertinya membuat perbedaan antara hasil test pertama dengan hasil test kedua.

Namun, syarat agar perubahan tersebut dapat dilihat secara langsung oleh user lain, ada 2 cara:
1. Dengan ‘go top’ dahulu kemudian ‘goto’ record yang dimaksud. Atau dengan kata lain, kita pindah ke record yang lain dahulu kemudian kembali ke record yang semula. Update dapat dilihat.
2. Dengan mekanisme locking dengan flock() seperti langkah-langkah test yang saya sebutkan di atas.

Cara yang terbaik tentu saja dengan mekanisme locking dengan flock(), sesuai anjuran FoxPro di Help page nya.


0 Tanggapan ke “SMBFS vs CIFS — Part 2”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




RSS quote of the day

  • Anne Frank
    "Whoever is happy will make others happy too."

calendar

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

categories

archive